Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

SAH...! MUHAMMAD TAUFIK DILARANG GUNAKAN NAMA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE (PSHT) UNTUK PERKUMPULANNYA

Silang sengketa soal siapa yang berhak menggunakan nama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) akhirnya terjawab. Mahkamah Agung RI menolak gugatan kasasi Muhammad Taufik yang meminta nama Persaudaraan Setia Hati Terate sebagai nama perkumpulan (organisasi) yang dipimpinnya. Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) – Pusat Madiun melalui Biro Humasnya menyampaikan Press Release melalui surat nomor Nomor : 70 /SE/PP-PSHT.Hum.000/V/2021 yang ditanda tangani oleh Biro Humas PSHT A. Syukrianto, MH. Press Release ini terkait dengan keluarnya putusan kasasi Mahkamah Agung RI nomor 40K/Pdt.Sus-HKI/2021 yang memenangkan Ketua Dewan Pusat PSHT dalamsengketa nama dan merek Persaudaraan Setia Hati Terate melawan Dr. MuhammadTaufik, SH, M.Sc.

 Adapun bunyi press release dari Pengurus Pusat PSHT adalah sebagai berikut

  1. Bahwa pada tanggal 11 Mei 2021 telah diterima salinan putusan Mahkamah Agung nomor: 40K/Pdt.Sus-HKI/2021 oleh Kakangmas Issoebijantoro selaku Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate.
  2. Bahwa telah diketahui bersama, setelah adanya Parapatan Luhur Persaudaraan Setia Hati Terate tahun 2017,  saudara Dr. Ir. M. Taufiq SH, MSc, diketahui secara diam-diam dan disertai rekayasa persyaratan pendirian badan hukum perkumpulan telah mendaftarkan badan hukum “Persaudaraan Setia Hati Terate” dan mendapatkan pengesahan dari Kemenkumham nomor AHU0010185.AH.01.07 Tahun 2019.
  3. Bahwa berangkat dari badan hukum “Persaudaraan Setia Hati Terate” yang pendiriannya disertai rekayasa persyaratan tersebut, maka saudara Dr. Ir. M. Taufiq SH, MSc kemudian menggugat pengalihan HAKI yang telah dilakukan kepada Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate yang sah, yang diwakili oleh Kakangmas Issoebijantoro selaku Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate. 
  4. Bahwa dikarenakan pendaftaran /pendirian badan hukum “Persaudaraan Setia Hati Terate” tersebut dilakukan oleh seseorang yang sudah tidak mempunyai kualitas (sudah diberhentikan dari kedudukan sebagai ketua umum), maka pengesahan badan hukum “Persaudaraan Setia Hati Terate” yang diketuai oleh saudara Dr. Ir M. Taufiq SH, MSc dengan nomor AHU0010185.AH.01.07 Tahun 2019 tersebut digugat pembatalannya oleh Kakangmas Drs. Murdjoko HW dan Kakangmas Ir. Tono Suharyanto, dimana hasilnya adalah badan hukum tersebut DIBATALKAN oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui putusan nomor 29 K/TUN/2021 tanggal 2 Februari 2021, juncto putusan PT-TUN nomor 155/B/2020/PT.TUN.JKT tanggal 12 Juni 2020, juncto putusan  PTUN nomor 217/G/2019/PTUN-JKT tanggal 28 Februari 2020. 
  5. Bahwa gugatan pengalihan HAKI yang dilakukan saudara Dr. Ir M. Taufik SH, MSc, melalui Pengadilan Negeri Niaga Surabaya telah in kracht melalui putusan Mahkamah Agung nomor: 40K/Pdt.Sus-HKI/2021 tanggal 25 Januari 2021 juncto putusan perkara nomor: 8/Pdt.Sus-PKPU-HKI/Merek/2019/PN.Niaga.Sby  tanggal 16 Maret 2020.
  6. Bahwa amar putusan Mahkamah Agung nomor: 40K/Pdt.Sus-HKI/2021 salah satunya menyebutkan “menolak permohonan kasasi dari Pemohon kasasi”, sehingga dengan demikian putusan kembali kepada putusan pengadilan tingkat sebelumnya, yaitu putusan PN Niaga Surabaya nomor: 8/Pdt.SusPKPU-HKI/Merek/2019/PN.Niaga.Sby yang amar putusan menyebutkan: a. Menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya b. Memerintahkan agar Turut Tergugat tunduk dan patuh terhadap putusan;  c. Membebankan biaya yang timbul dalam perkara ini kepada Penggugat sebesar Rp4.175.000,00 (empat juta seratus tujuh puluh lima ribu rupiah) ;
  7. Bahwa dalam gugatan saudara Dr. Ir. M. Taufiq SH, MSc dalam petitum gugatannya menyebutkan ada 11 (sebelas) point tuntutan, dimana salah satunya adalah: Menyatakan nama “PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE” merupakan nama badan hukum dari perkumpulan Penggugat (petitum nomor 2); 
  8. Bahwa dengan adanya putusan pengadilan yang menyatakan “menolak gugatan Penggugat untuk seluruhnya”, maka permohonan Penggugat, yaitu saudara Dr. Ir. M. Taufiq SH, MSc, pada petitum nomor 2 (dua) untuk menggunakan nama “PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE” sebagai nama badan hukum perkumpulannya juga termasuk DITOLAK.   Oleh karena itu saudara Dr. Ir. M. Taufiq SH dilarang memakai nama “PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE” sebagai nama perkumpulannya.
  9. Bahwa dalam putusan Mahkamah Agung nomor 40K/Pdt.Sus-HKI/2021 juncto putusan PN Niaga Surabaya nomor: 8/Pdt.Sus-PKPU-HKI/Merek/2019/PN.Niaga.Sby telah menjadi pertimbangan Majelis Hakim bahwa saudara Dr. Ir M. Taufik SH, MSc telah DINONAKTIFKAN dari kedudukannya sebagai Ketua Umum dan digantikan Kakangmas Drs. Murdjoko HW dan Kakangmas Ir. Tono Suharyanto sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum organisasi/perkumpulan Persaudaraan Setia Hati Terate, serta Kakangmas Issoebijantoro sebagai Ketua Dewan Pusat, pemegang hak atas Merek dagang/jasa SETIA HATI TERATE dan Merek Jasa PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE yang sah menurut hukum.

 Karena itu, berdasar putusan Mahkamah Agung yang in kracht, berkekuatan hukum tetap, maka satu-satunya perkumpulan / organisasi/ institusi yang berhak menggunakan nama atas hak merek “Persaudaraan Setia Hati Terate”untuk jasa pelatihan / kegiatan olahraga; termasuk pencak silat, kegiatan kesenian dan kegiatan kebudayaan adalah Persaudaraan Setia Hati Terate yang diketuai Kakangmas Drs. Murdjoko HW dan sekretaris Kakangmas Ir. Tono Suharyanto, serta Kakangmas Issoebijantoro sebagai Ketua Dewan Pusat.    Semoga Allah swt / Tuhan YME selalu memberikan petunjuk, berkat dan ridhoNya dalam upaya kita bersama ini untuk menegakkan mana yang BENAR (haq) dan mana yang SALAH  (bathil) serta selalu memberikan kekuatan untuk merawat persaudaraan dalam kebhinekaan/keberagaman demi kejayaan Indonesia. (EBS)

 

Posting Komentar

0 Komentar