Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

SURAT PALSU PEMBUBARAN PSHT P-16

Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) melalui rilisnya nomor 
Nomor : 099 /SE/PP-PSHT.Hum.000/VI/2021 menyatakan bahwa adanya Surat yang seolah-olah berasal dari Pengurus Pusat PSHT adalah HOAX. Menurut Humas PSHT Berkaitan dengan beredarnya surat yang SEAKAN-AKAN dari Pengurus Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate dengan nomor 068/SE/PP-PSHT/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 perihal Klasifikasi dan Penggunaan Merek serta Laporan Polisidi media sosial, maka Pengurus Pusat PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE di bawah kepemimpinan Ketua Umum Kangmas Drs R MOERDJOKO HW dan Ketua Dewan Pusat Kangmas H ISSOEBIJANTORO, SH menyampaikan tanggapan sebagai berikut:
1.  Surat  tersebut  TIDAK  dikeluarkan  oleh  Pengurus  Pusat  PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE yang sah berpusat kegiatan di Madiun.
2.  Surat  tersebut  berpotensi  menimbulkan  kegaduhan  dikarenakan  adanya informasi sesat, fitnah dan pemutarbalikan fakta hukum di dalamnya.


Karena itu, bersama surat ini akan disampaikan penjelasan untuk meluruskan hal tersebut :

 1.  KLASIFIKASI MEREK

Bahwa sesuai dengan NICE CLASSIFICATION edisi 11 Merek terdiri dari 45 kelas yaitu KELAS BARANG (Kelas 1-34) dan KELAS JASA (Kelas 35-45). Persaudaraan Setia Hati Terate memiliki Hak Merek Kelas 41 :

a.  Merek Logo PSHT IDM000142231, Kelas 41 tahun 2007

b.  Merek Penamaan SHT IDM000142233, Kelas 41 tahun 2007

Kedua Merek tersebut untuk jasa-jasa pendidikan, penyediaan latihan olah raga, aktivitas kebudayaan dan kesenian.

Bilamana ada pihak-pihak yang mengaku memiliki  Hak Merek Kelas 25, maka SUDAH PASTI itu bukan untuk kegiatan JASA pendidikan, penyediaan latihan olah raga, aktivitas kebudayaan dan kesenian, karena Merek Kelas 25 termasuk dalam KELAS BARANG.

2.  PERPANJANGAN,    PENGALIHAN    MEREK,    LISENSI    DAN    KUASA    DARI PEMEGANLISENSI.

Perpanjangan Merek Terdaftar.

Pada tahun 2016 Merek IDM000142231, Kelas 41 dan IDM000142233, Kelas 41 tersebut telah diperpanjang sampai dengan 2026.

 Penyerahan dan Pengalihan Hak Merek Terdaftar

Pada tahun 2018 Merek IDM000142231, Kelas 41 dan IDM000142233, Kelas41 oleh ahli waris Mas H. TARMADJI BOEDI HARSONO, SE dialihkan kepada Mas Issoebijantoro SH, sebagai Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate sebagaimana tertera dalam di Akta Pengalihan Hak dan juga termuat dalam salinan putusan pengadilan;

Pengalihan Hak Merek Kelas 41 dengan nomor IDM000142231 dan IDM000142233 ini sudah digugat oleh saudara Dr. Ir. M. Taufiq SH, MSc ( yang mengaku sebagai Ketua Umum PSHT ) melalui PN Niaga Surabaya dengan hasil putusan GUGATAN DITOLAK.

Dan saat ini keputusan tersebut sudah in kracht van gewijsde (berkekuatan hukum tetap)   melalui   putusan kasasi di Mahkamah Agung dengan perkara Nomor: 40K/Pdt.Sus-HKI/2021 tanggal 25 Januari 2021 juncto putusan perkara Nomor:   8/Pdt.Sus-PKPU-HKI/Merek/2019/PN.Niaga.Sby tanggal 16 Maret 2020. Artinya  proses pengalihan hak merek tersebut sudah benar dan diberikan kepada pihak yang benar, yaitu mas Issoebijantoro selaku Ketua Dewan Pusat Persaudaraan Setia Hati Terate.

 3.  LAPORKAN POLISI

Bilamana saat ini ada pihak-pihak (badan hukum) yang mengaku memiliki Hak Merek Kelas 25 :

a.  Etiket Merek LOGO PSHT, IDM000656329, kelas 25.

b. Etiket Merek GAMBAR HATI BERSINAR, IDM000656328, kelas 25 maka mari kita kumpulkan data dan bukti sebanyak mungkin dikarenakan :

1.  Adanya dugaan tindak pidana rekayasa/pemalsuan dokumen ( penggunaan

dokumen tidak otentik ) dalam proses pengalihan hak merek kelas 25 tersebut dari badan hukum Persaudaraan Setia Hati Terate 1922”, yang telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui putusan  nomor  619/K/TUN/2018  pada  tanggal  27  November  2018, kepada badan hukum “Persaudaraan Setia Hati Terate” dengan nomor


AHU.0010185.AH.01.07.TAHUN 2019 yang dipimpin saudara Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH, MSc yang baru eksis 26 September 2019.

Artinya ada selisih ( kekosongan ) waktu sekitar hampir 10 bulan, antara BATAL badan hukum Pemberi Pengalihan dan TERBIT badan hukum Penerima Pengalihan kedua Merek Kelas 25 tersebut.

2. Saat ini badan hukum “Persaudaraan Setia Hati Terate” dengan nomor AHU.0010185.AH.01.07.TAHUN 2019 yang dipimpin saudara Dr. Ir. Muhammad Taufiq SH, MSc telah DIBATALKAN oleh Mahkamah Agung Republik Indonesia melalui putusan kasasi nomor 29 K/TUN/2021 tangg2 Februari 2021, juncto putusan PT-TUN nomor 155/B/2020/PT.TUN.JKT tanggal 12 Juni 2020, juncto putusan  PTUN nomor 217/G/2019/PTUN-JKTtanggal 28 Februari 2020Artinya kedua Hak Merek Kelas 25 tersebut saat ini TIDAK ADA yang memiliki.

 

 4.  Penggunaan Hak Merek Tanpa Izin

Bilamana ada person atau kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan jasa pendidikan, penyediaan latihan olah raga, aktivitas kebudayaan dan kesenian dengan nama PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATEtanpa izin Pengurus PERSAUDARAAN   SETIA   HATI   TERATE   di   bawa kepemimpina mas Murdjoko, maka laporkan kegiatan tersebut sebagai tindakan pelanggaran penggunaan  hak  merek  tanpa  izin  kepada  aparat  keamanan  /  kepolisian dengan bukti yang cukup, sesuai prosedur hukum dan TIDAK disertai tindakan yang melanggar hukum / main hakim sendiriPercayakan penegakan hukum kepada Aparat Penegak Hukum yang ada.

5.  Perbuatan Premanisame

1.  PERSAUDARAAN   SETI HAT TERATE   mendidik   warganya   untuk   ikut memayu rahayuning bawana, sehingga sudah tentu MENOLAK cara-cara premanisme, perilaku (melanggar aturan) yang meresahkan dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE mendidik untuk menghormati dan taat kepada hukum yang ada; baik hukum negara, hukum masyarakat/adat, hukum agama, maupun hukum alam.

 

2.  Dan kita semua tahu bahwa pernah terjadi beberapa kejadian meresahkan masyarakat di lingkungan sekitar Padepokan Agung Madiun, akibat adanya rombongan orang tidak berbudi luhur yang menyaru/menyamar sebagai


rombongan manten dan/atau ziarah wali yang terprovokasi oleh informasi sesat/fitnah dan tidak punya dasar hukum.

 

3.  Dalam surat nomor : 068/SE/PP-PSHT/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 pula termuat tuduhan ( fitnah ) adanya surat edaran dari Mas Issoebiantoro dan Mas. Drs. R. Moerdjoko H.W dengan nomor 345/SE.PP-PSHT.008/XII/2021 tertanggal 16 April 2021 perihal Pembubaran PSHT Hasil Parluh 2016”, padahal surat tersebut SUDAH DIBANTAH KEBERADAANNYA dan DINYATAKAN SEBAGAI HOAX melalui Press Release atau SIARAN PERS Biro Humas Persaudaraan Setia Hati Terate nomor : 057 /SE/PP- PSHT.Hum.000/IV/2021 tanggal 21 April 2021.

 

4Bilamana surat nomor : 068/SE/PP-PSHT/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 masih menyertakan surat nomor 345/SE.PP-PSHT.008/XII/2021 tertanggal 16 April 2021, maka terkesan adanya pemaksaan akan keberadaan surat tersebut.

 

5.  Karena itu patut diduga penulis surat   nomor : 068/SE/PP-PSHT/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 berada pada pihak yang sama dengan penulis hoax surat nomor    345/SE.PP-PSHT.008/XII/2021 tertanggal 16 April 2021 tersebut. Dan patut diduga pula itu semua sengaja untuk menimbulkan kegaduhan dan perselisihan yang ujungnya meresahkan masyarakat.

 

Hak Kekayaan Intelektual, termasuk juga Hak Merek kelas 41 merupakan hak ekslusif yg diberikan negara kepada PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE. Oleh karena itu harus kita jaga bersama-sama dan kita manfaatkan untuk kepentingan PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE.

Sebagai insan yang SETIA kepada HATI nuraninya, mari kita jaga marwah persaudaraan dari fitnah, informasi sesat dan upaya adu domba antar saudara. Ingatlah bahwa wong nandur iku ngunduhí”, kita akan menuai / memetik hasil atas apa yang kita tanam.



Posting Komentar

0 Komentar