Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

SIAPAKAH PEMILIK NAMA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE YANG SAH?

Sejak tahun 2017, tepatnya pasca Parapatan Luhur 2017 yang diselenggarakan tgl 28 Oktober 2017 di Padepokan Agung Madiun (PAM), konflik di internal Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) semakin tajam. M. Taufik yang diberhentikan sebagai ketua umum dan digantikan oleh R. Murjoko, tidak menerima hasil Parapatan Luhur 2017 yang sejatinya dihadiri oleh mayoritas ketua cabang PSHT se Indonesia sebagai pemilik suara pada parapatan luhur 2016. 

Gugat menggugat keabsahan dilakukan oleh keduanya. M. Taufik menggugat Hak Merek PSHT kelas 41 dan 16 serta nama Persaudaraan Setia Hati Terate. Sementara R. Murjoko selaku Ketua Umum PSHT hasil Parluh 2017 menggugat Badan Hukum PSHT yang didaftarkan dimiliki oleh M. Taufik. Sidang-sidang di Pengadilan dijalani oleh kedua belah pihak, mulai dari pengadilan tingkat pertama sampai terakhir di Mahkamah Agung. 

Terkait dengan nama dan merek Persaudaraan Setia Hati Terate, M. Taufik menggugat Ketua Dewan Pusat PSHT, Isbiantoro. Melalui putusan pengadilan nomor 8/Pdt.Sus-HKI/Merek/2019 PN Niaga Surabaya sebagaimana dapat di lihat pada link berikut https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan bahwa pihak yang berhak menggunakan nama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) adalah Isbiantoro sebagai Ketua Dewan Pusat PSHT. Demikian juga merek terdaftar pada kelas 41 Persaudaraan Setia Hati Terate sebagai merek jasa juga akhirnya dimiliki oleh Isbiantoro. Dalam hal ini Isbiantoro bukan sebagai pribadi, melainkan sebagai Ketua Dewan Pusat PSHT. Mengapa tidak didaftarkan dengan menggunakan nama Persaudaraan Setia Hati Terate? sebab hingga saat ini PSHT belum didaftarkan sebagai ormas berbadan hukum.

Tidak menerima kekalahan pada pengadilan negeri niaga Surabaya, M. Taufik melakukan Kasasi. Sebagaimana diketahui bahwa dalam perkara merek, tidak ada pengadilan tingkat banding. Setelah menunggu beberapa lama, Mahkamah Agung akhirnya mengeluarkan putusan kasasi nomor 40K/Pdt.Sus-HKI/2021. Pada tanggal 25 Januari 2021, Hakim Mahkamah Agung akhirnya secara resmi mengeluarkan putusan kasasi yang menolak permohonan M. Taufik untuk menggunakan nama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan merek jasa kelas 41 dengan nama Persaudaraan Setia Hati Terate. 

Gugatan nomor 2 yang ditolak Majelis Hakim
PN Niaga Surabaya

Dengan demikian, jelaslah sudah bahwa secara hukum, melalui pengadilan tertinggi di Republik Indonesia, Mahkamah Agung, yang berhak menggunakan nama Persaudaraan Setia Hati Terate adalah Ketua Dewan Pusat PSHT Isbiantoro. Selanjutnya melalui mekanisme dan prosedur hukum yang ada Isbiantoro memberikan Lisensi Merek PSHT dan Setia Hati Terate kepada Ketua Umum Pusat PSHT R. Murjoko. Dalam rangka memberikan perlindungan hukum, selanjutnya R. Murjoko memberikan mandat dan kuasa penggunaan Merek PSHT dan SHT kepada seluruh cabang PSHT baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Berdasarkan hal diatas, maka pada tingkat cabang (kabupaten/kota), nama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan Setia Hati Terate (SH Terate) hanya boleh digunakan oleh pihak-pihak yang mendapatkan persetujuan dari ketua cabang PSHT yang diberi mandat oleh Ketua Umum Pusat PSHT, R. Murjoko HW. Jika ada pihak-pihak yang menggunakan nama dan merek PSHT di kabupaten/kota tanpa mendapatkan persetujuan/ijin dari ketua cabang PSHT maka yang bersangkutan dalam dituntut secara hukum. 

Gugatan Nomo 3 dan 4 Juga ditolak Majelis Hakim
PN Niaga Surabaya

Berikut adalah nama-nama Ketua Cabang PSHT di Provinsi Lampung yang mendapatkan Mandat/ Kuasa Penggunaan Merek Persaudaraan Setia Hati Terate (Bukan Persaudaraan Setia Hati Terate + Lukisan, ya...):

  1. Supeno, SHI (Ketua Perwakilan Pusat PSHT Provinsi Lampung 
  2. Sukoco, S.Pd (Ketua Cabang PSHT Bandar Lampung)
  3. Sugeng Praptomo (Ketua Cabang PSHT Lampung Selatan)
  4. Kapten Suprobo (Ketua PSHT Cabang Kota Metro)
  5. IPTU Marzuki DN (Ketua Cabang PSHT Pringsewu)
  6. Pardi (Ketua PSHT Cabang Pesawaran)
  7. Drs. Sandemun (Ketua Cabang PSHT Tanggamus)
  8. Amin (Ketua PSHT Cabang Pesisir Barat)
  9. Sugiyono Adi Pranoto, S.Pd (Ketua Cabang PSHT Lampung Barat)
  10. Supeno, SHI (Ketua Cabang PSHT Tulang Bawang Barat)
  11. Mujio Slamet (Ketua Cabang PSHT Tulang Bawang)
  12. Lasmidi, M.Pd (Ketua Cabang PSHT Mesuji)
  13. Sujarwo, S.Pd (Ketua Cabang PSHT Way Kanan)
  14. Wagimin (Ketua Cabang PSHT Lampung Utara)
  15. Hanto Wahono (Ketua Cabang PSHT Lampung Tengah)
  16. Mulyono, S.Pd (Ketua Cabang PSHT Lampung Timur). 

Posting Komentar

0 Komentar