Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PARAPATAN LUHUR 2021: PSHT SUDAH BERSATU KEMBALI!

Gejolak internal PSHT yang terjadi Pasca Parapatan Luhur 2016 saat ini sudah berakhir. Selama 5 tahun terakhir organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate dihancurkan dari dalam oleh oknum-oknum PSHT sendiri. Melalui Parapatan Luhur 2021 yang diselenggarakan di Kota Madiun pada tanggal 12-13 Maret 2021 akar dan pokok konflik telah dihancurkan. Saat ini tinggal menyelesaikan masalah-masalah kecil yang ada di cabang-cabang. Dengan demikian harapannya warga PSHT yang telah disahkan sesuai dengan Prosedur dan Ajaran PSHT dapat kembali lagi ke rumah besar PSHT yang sebenarnya.

Paparatan Luhur (Parluh) PSHT 2021 diselenggarakan secara luring (tatap muka) maupun daring (virtual) melalui aplikasi zoom meeting. Hal ini terpaksa dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Parluh 2021 sebab saat ini di Kota Madiun masih dalam kondisi PKMM (Pembatasan Kegiatan Masyarakat berskala Mikro) terkait dengan Pademi Covid-19. Semua proses dan agenda Parluh PSHT 2021 telah dikoordinasikan dengan baik antara Panitia Penyelenggara, Pemerintah Daerah, maupun Aparat Keamanan (Polda Jatim, maupun Polres se Eks karesidenan Madiun). Karena telah mengikuti protokol kesehatan Covid-19 secara ketat, maka pihak keamanan mengijinkan pelaksanaan kegiatan Parluh PSHT 2021. Bahkan aparat keamanan memberikan pengamanan yang cukup baik di lokasi Parluh dan sekitarnya.

KUORUM

Meskipun  diselenggarakan secara daring dan luring namun panitia memastikan bahwa hasil-hasil Parluh 2021 adalah sah, karena telah sesuai dengan prosedur organisasi, salah satunya adalah jumlah peserta Parluh 2021 yang telah memenuhi kuorum. Dari 343 cabang PSHT hadir sebanyak 250 cabang baik secara luring maupun daring. Ketidak hadiran cabang-cabang tersebut disebabkan oleh kendala teknis jaringan dan transportasi. Oleh sebab itu pelaksanaan Parluh PSHT 2021 dapat dilanjutkan.

MURJOKO TERPILIH SEBAGAI KETUA UMUM PSHT

Agenda utama Parluh PSHT 2021 adalah Penyempurnaan AD/ART, Rekomendasi Organisasi dan Pemilihan Dewan Pusat dan Ketua Umum. Pada Parluh 2021 terpilih Kangmas Murjoko HW sebagai Ketua Umum Pusat PSHT dan 9 orang anggota Dewan Pusat PSHT yakni: Kangmas Isbiantoro (sebagai ketua Dewan Pusat), Kangmas H.M. Singgih, Kangmas Gunawan, Kangmas Junaedi, Kangmas Subagio, Kangmas H. Harsono, Kangmas Andreas Eka Sakti, Kangmas Rumasetyo dan Kangmas Hari Wuryanto. Ketua Umum Pusat dan Dewan Pusat ini akan menjalankan roda organisasi PSHT 5 tahun kedepan masa bhakti 2021 – 2026.

REKOMENDASI PARLUH 2021: M. TAUFIK DIBERHENTIKAN SECARA PERMANEN

Selain memilih Ketua Umum Pusat dan Dewan Pusat PSHT, Peserta Parapatan Luhur PSHT 2021 juga menyepakati untuk memberikan sanksi tegas kepada M. TAUFIK (mantan Ketua Umum PSHT hasil Parluh 2016 di Jakarta) berupa pemberhentian secara permanen dari keanggotannya sebagai warga SH Terate. Dengan demikian maka mulai tanggal 13 Maret 2021 M. Taufik bukan lagi anggota (Warga) Persaudaraan Setia Hati Terate. Adapun alasan utama pemberhentian secara permanen ini adalah karena yang bersangkutan telah melanggar keputusan tertinggi organisasi yakni Parluh 2017 dan justru melakukan konsolidasi membentuk cabang-cabang baru untuk menentang hasil Parluh 2017 yang diselenggarakan sebagai solusi kegaduhan organisasi pasca Parluh 2016. Selain M. Taufik, Parluh PSHT 2021 juga memberhentikan secara permanen PURWANTO BUDI S, BAGIO TA, ZAKARIA dan IMAM KUSKARTONO (alias Gembong). Orang-orang yang diberhentikan secara permanen ini tidak dapat lagi diangkat menjadi Warga PSHT selamanya.

ANGGOTA KORLAP BUKAN BAGIAN PSHT LAGI

Keputusan tegas juga diambil oleh Peserta Parluh PSHT 2021 tentang komunitas Korlap (Koordinator Lapangan). Selama ini Korlap dianggap sebagai pendukung utama gerakan-gerakan pecah belah oleh M. Taufik di beberapa daerah, salah satunya di Provinsi Lampung. Organisasi PSHT di Provinsi Lampung yang telah mapan dan persaudaraan yang baik, dikoyak-koyak oleh M. Taufik beserta komunitas Korlapnya dengan pendirian cabang-cabang baru, tanpa mekanisme AD/ART yang berlaku di PSHT. Hal ini jelas menjadikan konflik dan perpecahan di kalangan anggota PSHT di Provinsi Lampung. Oleh karena itu tidak salah jika anggota-anggota dan pengurus PSHT se Provinsi Lampung melakukan penolakan besar-besaran atas kehadiran cabang-cabang tandingan tersebut. Semua ini terjadi salah satunya karena adanya gerakan-gerakan Komunitas Korlap di Lampung yang mengkondisikan situasi terbentuknya cabang-cabang tandingan PSHT. Melihat gerakan Komunitas Korlap yang makin membahayakan persatuan dan persaudaraan warga PSHT maka Parluh PSHT 2021 juga dengan tegas melarang anggota Korlap untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan PSHT dimanapun berada. Nama-nama komunitas Korlap cukup beragam yakni: KORLAP, KORLAP T, KORLAP 1922 dan KORLAP T 1922. Oleh karena itu pengurus, pelatih, maupun warga PSHT wajib melarang orang-orang Korlap tersebut mendatangi latihan, tes kenaikan tingkat maupun pengesahan warga baru PSHT. Orang-orang Korlap tersebut dilarang menggunakan seragam PSHT untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan pencak silat, termasuk di organisasi IPSI. Jika mereka tergabung di IPSI itu bukan mewakili PSHT, tetapi mewakili dirinya sendiri. (EBS)

 

 

Posting Komentar

0 Komentar