Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE MERUPAKAN MEREK JASA KELAS 41

Merek PSHT Kelas 41 untuk Latihan Pencak Silat
Menurut Pasal 1 Undang-Undang nomor 16 tahun 2020 tentang Merek dan Indikasi Geografis bahwa yang dimaksud dengan merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa. Dari pengertian tersebut sangat jelas bahwa mereka itu ada 2 yakni:
1. Merek Dagang
Merek Dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang sejenis lainnya.
2. Merek Jasa
Merek Jasa adalah Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa sejenis lainnya.
Kelas merek terdiri dari 45 kelas. Kelas 1- 34 untuk barang, dan Kelas 35 - 45 untuk jasa. 
Suatu merek bisa didaftarkan oleh perseorangan maupun oleh suatu Badan Hukum. Suatu merek secara bersama-sama dapat  digunakan sebagai merek dagang dan sekaligus merek jasa. Nama Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) secara resmi telah didaftarkan oleh Kangmas Tarmadji Budi Harsono di kelas 41, sebab merupakan PSHT merupakan merek jasa.  Merek Persaudaraan Setia Hati Terate seharusnya tidak bisa digunakan lagi oleh pihak-pihak tertentu di kelas yang lain, misalnya di kelas 25, karena itu jelas akan membingungkan masyarakat. Bagaimana mungkin orang yang berhak menggunakan merek tertentu (PSHT) untuk kegiatan pencak silat, namun tidak boleh digunakan untuk dilekatkan pada atribut-atribut latihan pencak silat seperti seragam, topi, sepatu dan sebagainya. 

Apakah fungsi Pendaftaran suatu Merek? Pendaftaran Merek berfungsi sebagai:
  1. Alat bukti bagi pemilik yang berhak atas Merek yang didaftarkan;
  2. Dasar penolakan terhadap Merek yang sama keseluruhan atau sama pada pokoknya yang dimohonkan pendaftaran oleh orang lain untuk barang/jasa sejenisnya;
  3. Dasar untuk mencegah orang lain memakai Merek yang sama keseluruhan atau  sama  pada pokoknya  dalam  peredaran  untuk barang/jasa sejenisnya.
(EBS)

Posting Komentar

0 Komentar