Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Hari-hari Melelahkan sebelum Guru Besar Setia Hati Terate Tutup Usia



H Tarmadji Boedi Harsono, guru besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) tutup usia di Rumah sakit Islam (RSI) Kota Madiun, Selasa (20/10/2015).
PSHT merupakan perguruan bela diri pencak silat yang didirikan Ki Hadjar Hardjo Utomo sejak 1922 dan punya murid tidak hanya di Madiun tetapi menyebar di berbagai kota di Jawa dan luar Jawa.
Sebelum meninggal dunia, pendekar tingkat III satu-satunya di SH Terate ini mengeluh kelelahan karena padatnya jadwal kegiatan sejak Sabtu (17/10/2015) pekan lalu. Tokoh masyarakat Madiun ini sempat dilarikan ke RSI.
"Meski sudah sepuh (tua), beliau ini padat kegiatannya. Kamis (15/10/2015) pagi menyambut Kapolda di Joglo Taman, Sabtu (17/10/2015) pagi kegiatan di Polres. Pak Tarmadji sangat kelelahan," kata Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Madiun, R Moerjoko di rumah duka Jl MT Haryono 80, Kota Madiun.
Sementara, Bagus Rizki Dinarwan, putra almarhum Tarmadji, mengungkapkan, sebelum tutup usia, ayahnya berpesan agar warga SH Terate yang punya ribuan anggota ini bisa rukun. Karena beberapa waktu ini di internal SH Terate terjadi ketidakharmonisan antarpengurus.
Tarmadji dimakamkan di pemakaman keluarga, belakang Masjid Umar Al-Farouk di Jl Nila, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Pemakaman guru besar perguruan silat SH Terate ini diiringi ribuan warga setempat yang mayoritas anggota padepokan.
Sebelum menjabat sebagai Dewan Pusat SH Terate, Tarmadji Boedi Harsono menduduki Ketua Umum Pusat SH Terate, kemudian meletakan jabatannya sebagai Ketua Umum Pusat SH Terate tepat 10 April 2014 lalu. 
ARTIKEL INI MERUPAKAN BERITA DI HARIAN SURYA ONLINE. Silahkan dibaca selengkapnya di http://surabaya.tribunnews.com/2015/10/20/hari-hari-melelahkan-sebelum-guru-besar-setia-hati-terate-tutup-usia

Posting Komentar

0 Komentar