Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

LATIHAN BERSAMA KE-3

Latihan Bersama di MI Munawaroh
Kemiling, Bandar lampung
BalamCity, 15/09/15. Pada Minggu, 13 September 2015 PSHT Bandar Lampung melaksanakan Latihan Bersama siswa Putih untuk ketiga kalinya. Latihan bersama kali ini dipusatkan  di Lapangan MI AL Munawaroh, Ranting Kemiling. Latihan dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 17.30 WIB dan dibimbing oleh mas Fauzan, Mas Eko Budi, Mas Nur Hamid, Mas Yudi, mas Nahiwan, Mas Rio, Mas Abdi, Mas Deny dan Mbak Winda. Latihan bersama kali ini membahas jurus-jurus PSHT mulai jurus 1A s/d 15. Peserta latihan bersama kali ini berjumlah 90 orang siswa putih. Semua ranting, komisariat dan tempat latihan hadir dalam latihan kali ini.
Latihan kali ini juga dihadiri oleh warga-warga senior PSHT Bandar Lampung dan beberapa dari luar Bandar Lampung. Pada kesempatan kali ini, Mas Edy (Ketua Cabang) memberikan pengarahan kepada calon-calon warga. Salah satu petuah penting yang disampaikan oleh mas Edy adalah bahwa menjadi Seorang Warga PSHT memikul tanggung jawab yang berat dan tidak mudah. Setiap calon Warga PSHT akan disumpah untuk menjadi Warga PSHT yang bersedia mentaati Pepacuh dan Larangan yang diamanatkan oleh organisasi. Seorang Warga PSHT harus memegang rahasia organisasi dan dilarang keras berkelahi sesama Warga. Oleh karena itu, lanjut Mas Edy, bagi siswa putih yang kira-kira merasa tidak mampu mengemban tanggung jawab sebagai Warga PSHT sebaiknya mengundurkan diri sejak sekarang. PSHT Tidak membutuhkan warga yang tidak memiliki komitmen terhadap kebenaran, kebaikan dan keorganisasian.
Menurut Koordinator Latihan, Mas Fauzan, penguasaan materi oleh siswa sudah cukup baik. Hanya ada beberapa gerakan tidak prinsip yang harus diperbaiki. Hal ini dapat dimaklumi, karena beberapa ranting dan komisariat latihannya malam hari, jadi sangat dimungkinkan siswa kurang bisa menerima materi secara utuh. Oleh karena itu latihan bersama ini sangat penting, dalam rangka untuk menyamakan gerak dan langkah senam/jurus PSHT sesuai keputusan organisasi yang tebaru. Sedangkan untuk “doweran” tidak ada aturan baku, karena itu masing-masing pelatih dapat berkreasi memberikan gerakan doweran ini sesuai dengan teknik-teknik olahraga terbaik yang ada saat ini. (*EBS)

Posting Komentar

0 Komentar