Update

6/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

In Memoriam: Azis Mustofa Bin Imam Supangat (Mas Azis)

Mas Azis (alm)
(sumber: Foto FB Decky E Ibrahim)
BalamCity, 05/09/15,- PSHT Bandarlampung kehilangan salah satu tokoh senior, sesepuh dan pejuang Persaudaraan SH Terate di Bandar Lampung. Dialah Azis Mustofa Bin Imam Supangat  atau yang sering dipanggil Mas Azis atau Mbah Azis. 40 hari yang lalu, tepatnya tanggal 28 Juli 2015, Mas Azis dipanggil oleh Allah, SWT setelah beberapa waktu berjuang ‘melawan’ penyakitnya pada umur 60 tahun. Hari ini (05 Sept 2015),  pukul 19.30 WIB, para Warga PSHT Bandar Lampung dipimpin oleh Ketua Dewan Pertimbangan Cabang Prof. Dr Warsito (Mas War) dan Ketua Cabang PSHT Bandar Lampung Ir. Edy Sunyoto (Mas Edi) melakukan takziyah dan mendoakan almarhum. Semoga segala amal ibadahnya diterima oleh Allah, SWT.
Nama Mas Azis bukanlah nama yang asing bagi keluarga besar PSHT Bandarlampung. Hampir semua Warga PSHT di Bandar Lampung dan Kabupaten/Kota lain di Propinsi Lampung mengenalnya. Mas Azis adalah salah satu perintis berdirinya PSHT Cabang Bandar Lampung. Warga PSHT Pengesahan 1974 di Madiun ini dikenal sebagai pejuang tangguh bagi perkembangan PSHT Bandar Lampung. Menurut Mas Edy (Ketua Cabang), untuk pertama kalinya Mas Azis mendirikan latihan privat di rumahnya di Perum BTN 2 Way Halim pada tahun 1991 dengan siswanya diantaranya Mas Gudel, Mas Roma dan Mbak Ipung. Dan akhirnya tempat-tempat latihan PSHT di Bandar Lampung berkembang secara pesat hingga sekarang ini.
Mas Azis merupakan tipe Warga PSHT yang benar-benar menerapkan ajaran mulia PSHT. Menurut Mas War, Mas Azis merupakan seorang Warga PSHT yang bersahaja, tenang, sederhana, selalu tidak ingin menonjolkan diri tapi perannya dibalik layar sangatlah penting. Dalam pandangan Mas War, Mas Azis ini adalah tipe orang yang ‘ora gumunan’ (tidak mudah takjub) dan ‘ora kagetan’ (tidak mudah terkejut dengan suatu hal, terutama menyangkut hal-hal yang bersifat duniawi). Hal ini juga dikemukakan oleh Mas Nur Hamid, salah seorang anak Mas Azis yang juga Warga PSHT. Menurut Mas Nur, ayahnya adalah tipe orang yang ikhlas dan sekaligus pasrah total kepada Allah, SWT. Bahkan saat sakit, sebenarnya Mas Azis tidak mau di bawa ke dokter. Menurutnya sakit itu datangnya dari Allah dan Allah jugalah yang akan menyembuhkannya. Namun berkat bujukan anak-anaknya, akhirnya dia mau diperiksakan ke dokter. Mas Azis juga bukanlah tipe orang yang suka jabatan. Dia lebih senang menjadi ‘orang biasa’ namun menjadi rujukan para Warga di Bandar Lampung dan sekitarnya. Petuah-petuah dan ajaran-ajarannya selalu didengarkan oleh para Warga.
Menikah dengan Ismiatun, Mas Azis dikaruniai 5 orang anak yang 2 diantaranya adalah Warga PSHT yakni Nur Hamid dan Toha. Setelah menikah di Jawa, Mas Azis memboyong istrinya ke Lampung, dan menetap di Bandar Lampung,tepatnya di Kemiling setelah sebelumnya tinggal di Way Halim. Aktifitas terakhirnya sebelum meninggal adalah salah satu staf Tata Usaha di Universitas Tulang Bawang.   
Perjuangan Mas Azis untuk perkembangan PSHT tidak perlu diragukan lagi. Tidak mengenal waktu, tidak mengenal lelah, Mas Azis selalu siap sedia jika dipanggil untuk PSHT. Meskipun sedang menderita sakit, tetapi tidak ada kata ‘TIDAK’ dalam kamus Mas Azis jika ada yang menjemput untuk datang ke tempat latihan. Dia pasti berangkat. Salah satunya waktu ada latihan bersama di Universitas Lampung. Mas Azis begitu ‘keukeuh’ ingin datang dan akhirnya dijemput untuk datang ke latihan. Jiwa Mas Azis benar-benar didedikasikan untuk kemajuan PSHT. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Mas Nur bahwa bagi ayahnya melakukan segala sesuatu itu harus ikhlas, tulus dan berasal dari hati sanubari yang paling dalam tanpa ingin meminta imbalan sedikitpun. Ajaran yang paling diingat oleh Mas Nur yang disampaikan oleh Mas Azis adalah selalu berserah diri dan ingat kepada Allah, SWT dalam keadaan apapun dan dimana pun.
Selamat Jalan Mas Azis, engkau telah mewariskan ajarang hidup yang luar biasa. Semoga ajaran dan petuahmu menjadi tauladan bagi para Warga PSHT Bandar Lampung khususnya dan Warga PSHT di seluruh dunia pada umumnya. Allahumaghfirlahu warhamhu waafihi wa'fuanhu... 

Posting Komentar

2 Komentar

Unknown mengatakan…
Selamat jala, mas...
Unknown mengatakan…
Selamat Jalan, mas ....